Tampilkan postingan dengan label Dendang Revolusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dendang Revolusi. Tampilkan semua postingan

SOULFOURTEEN Beat

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 06.30

0























Web:
Blog: http://souloffourteen.blogspot.com/
fb: https://www.facebook.com/fazrii.storykiidshow

Dialog Dini Hari

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 03.16

0



Biografi:
Pada akhir kuartal pertama di tahun 2008, para motor penggerak dua band besar asal Bali – Dadang SH Pranoto dari NAVICULA dan Ian Joshua Stevenson serta Mark Liepmann dari KAIMSASIKUN – duduk bersama. Menyepakati diri mengalirkan dialog bebas lepas tengah malam dan merangkumnya kedalam musik dan notasi sederhana. Sembari sejenak menanggalkan emblem yang telah menahun melekat pada eksistensi Navicula yang sering dijuluki neo-green-phsycadelic-grunge-core dan Kaimsasikun dengan stempel deep-psycho-britt-rock-nya.

Leburan demi leburan blues, folk dan ballad ditakar oleh DIALOG DINI HARI sedemikian tepat sebagai degup-melodi penghantar pesan ringan-cerdas-indah dalam warna vokal bariton yang merdu menyeruak dari dalam luka yang membekas. Sedangkan dominasi suara gitar aksutik dan semi-steel-dobro yang khas, plus selingan gesekan steel-slide yang kasar dan ekspresif berhasil membangun dinamika nuansa live yang sangat terjaga.

Trio yang kini berformasikan Dadang SH Pranoto/vokal & gitar, Brozio Orah/bass dan Putu Deny Surya/drum [Rokavatar] ini diproyeksikan untuk dapat terbit membawa pencerahan segar bagi insan penikmat musik dengan ajakan sederhana: Berdialog merenovasi otak dan fisik.

Personil:
Dadang SH Pranoto - Guitar, Vocal (https://www.facebook.com/pohon.tua)
Brozio Orah - Bass (https://www.facebook.com/profile.php?id=645508135)
Denny Surya -Drum (https://www.facebook.com/deny.surya)

Genre:
Folk, Blues & Ballads

Diskografi:
Beranda Taman Hati:
Sahabatku Jadi Hantu
Bumiku Buruk Rupa
Pagi
Beranda Taman Hati
Oksigen
Tak Seperti Yang Kau Bayangkan
Satu Cinta
Senandung Rindu
Rehat Sekejap
Ku Kan Pulang
Hati Hati
Aku Adalah kamu
Renovasi Otak


Album 2:
Nyanyian Langit
Menutup Tirai
Manuskrip Telaga
Lirih Penyair Murung
Aku Dimana
Aku Adalah Kamu


Sang Air



Pohon Tua Bersandar



Lirik Dialog Dini Hari: http://dialogdinihari.com/lirik

Video clip Dialog Dini Hari:
Dialog Dini Hari - Lagu Sedih


Dialog Dini Hari - Renovasi Otak


Dialog Dini Hari - Aku Dimana



Web:
http://www.twitter.com/dialogdinihari
http://listn.to/dialogdinihari
https://www.facebook.com/dialogdinihariband

HOMICIDE - “Illsurrekshun” [2008] (Info Album dan Lirik)

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 19.05

0


Homicide - "Illsurrekshun"
Catatan: "Illsurrekshun" adalah album terakhir Homicide, dibuat tahun 2007 dan dirilis tahun 2008 tepat di tahun mereka bubar. Track terakhir (Siti Jenar Chyper Drive) adalah track lama, yang dimasukkan ke dalam split dengan MC Homeless, MC dari Amerika tahun 2007 berbentuk piringan hitam.

Tracklist:
01. Intro
02. Megatukad
03. Illsurrekshun
04. Klandestin
05. Panoptikanubis
06. Purgatori
07. Tantang Tirani
08. Terra Angkara
09. Siti Jenar Cypher Drive (CD Bonus Track)*

Tahun Rilis: 2008
Recorded at Masterplan and Cronik Studio, Bandung 2007
All tracks are mixed and mastered by : DJ Scratchy
Engineered by : Kolot & DJ Scratchy
Homicide Collective in this Project: Morgue Vanguard, DJ-E, Andre, Gaia


MEGATUKAD
Homicide kembali pada kalam serupa bara/ menjaga nyala api hasrat ditengah rawa/ mengasah mata belati penasbihan petaka/ bagi mata medusa yang tak berujung menagih nyawa / bagi kuasa yang mengendalikan parlemen dan penjara/ menyambut petang berhala, kutunjukkan kau gejala/ didepan pintu McDonalds dan gerbang Kodam berkepala/ macan Siliwangi yang dipenggal ribuan terdakwa/ air sumur berbusa, langit sehitam jelaga/ udara bertaring memaksa rima ini berbisa/ dan kau iman yang menghamba pada keabadian pusara/ kubacakan serat korporat yang mengglobalkan angkara/ rahim samsara yang terjaga pasca bencana/ pasca iman disilaukan kilatan C-4 dan surga/ dan pasca jaring warasku yang mulai menyaingi utopia/ semustahil berharap dunia pasca 9-11 tanpa tentara/ tanpa Antara kukabarkan perihal neraka/ perihal sodom-gommorah, gurah dan semua barisan berhala/ yang kau pijak kau jadikan jalur sumber pahala/ dan kau tebus semua surga dengan bangkai para pendosa/ rima serupa sangkala prosa penolak bala/ hiphop hulu waktu dengan pekat sehitam bendera/ bukan lagi perkara bukan lagi masalah jika / ribuan mimpi, satu barisan rubuhkan menara

bentangan kalam serupa bara, satuan rima penolak bala
kepalan langitan gantang bencana, seharam jadah penagih nyawa

Homicide kembali pada bentangan kalam serupa martil/ prosa ababil, ziarah kesumat demolisi kastil/ Serupa menarik tentara dari Freeport, rima ini mustahil/ kalian kubur bersama sejarah di pemakaman terusir/ negasi yang berdiri kala Valhala tak berpinggir/ demokrasi dagelan boneka tirani mesin kasir/ koalisi kobil, yang meminta setoran parkir/ serupa darah dan satir dan pengabdian tanpa akhir/ rima kontra takdir, cetakbiru korporat vampir/ tata dunia baru memaksa rima ini bertitik nadir/ konspirasi tanpa akhir dan arwah pembangkang sipil/ antidote keterasingan dalam kepakan sayap martir/ serupa lobi parlemen menggiring para musafir/ ke padang kepatuhan ujung laras para marinir/ nazarkan hidup tanpa sipir dan ujung harap yang lahir/ demi surga dan janji para pahlawan usang yang tak pernah hadir/ armamen imaji dalam magasin barisan sabil/ hunusan trakhir, pelumatan manual para kusir/ harapan yang menolak saji hamba dimuka takdir/ bersama para sodagar menyusun jutaan dominasi tafsir/ rima serupa sangkala prosa penolak bala/ hiphop hulu waktu dengan pekat sehitam bendera/ bukan lagi perkara bukan lagi masalah jika / ribuan mimpi, satu barisan rubuhkan menara



ILLSURREKSHUN
[Sarkasz]
Melepas kekang kendali pada hitungan detik kematian/ Satuan laskar aksara penghancuran dinding keterasingan/ Rima ini melintang ditengah ribuan riba yang menagih hutang/ Rintangi bantuan luar negeri yang bernegosiasi dalam bahasa musang/ Menghuhunus belati kalam profan pada altar persetubuhan/ Yang berbagi tuhan bersama kuasa modal dalam wujud siluman berturban/ Mutan susupan McD layaknya iblis marduk yang membuang pelanduk/ Merangsek setiap pintu masuk yang tak fitrah tanpa sarung cap Gajah Duduk/ Tak sudi membusuk menanti panggilan di parkiran Imam Mahdi/ Dalam simulasi hidup yang meraga dalam masturbasi Raam Punjabi/ Kami tandingi setiap eksistensi dari sekedar menjual dan membeli/ Menyembah dan mematuhi, segala konon yang tak lama lagi kami akhiri/ Kami kembali mengangkat setiap kepala yang tertunduk untuk berhenti / meratapi Tuhan yang telah mati dikhianati profit, dominasi dan ekspansi/ Satu barisan, ribuan mimpi, kami hidupkan kuasa amorfati/ yang berdiri tegak mandiri tanpa Bank Mandiri/ Hiphop harakiri, negasi hidup dari lanskap yang terkooptasi/ Di saat setiap bongkahan emas di Freeport telah lelah menjadi saksi/ Korporat Rambo dan kacung W.T.O yang tengah bermimpi/ Berkomposisi bak Guantanamo sekolosal mega-orkestra Steve Albini/ Kalian amini manipulasi informasi yang beramunisi ritual dekadensi/ Berplot genosida berkoneksi kabel TV/ Maka surga neraka yang kami hadirkan dalam kombinasi terkini/ Biner termutilasi pada setiap lanskap insureksi yang mereka kafiri

[Morgue Vanguard]
Ribuan kepalan yang mengakar pada reruntuhan atlas/ Meranggas pada batas hirarki antara mikropon dan karkas/ Hari ini mulailah berhenti mempertanyakan kualitas gundukan rima/ Dengan populasi MC yang lebih padat dari Cicadas/ Sepanas lubang anus kalian disodomi korporasi tanpa pelumas/ Kami bayar lunas semua tagihan pay dues sejak zaman Itang Yunas/ Kami pangkas semua manuver Ken Arok di tengah belukar riba pasar/ Agen makar membuang hajat pada pelataran dan tangga altar/ Kami hajar semua kebangkitan berhala, ideologi gembala/ Hidup yang menolak bergantung pada para saudagar serupa Yusuf Kalla/ Para imam korporasi yang khusuk di kala merancang sangkala tiruan/ Yang ditunggangi zionis imperealis yang mencoba menabur bala/ Rima ini adalah Kayutsha, Sahin, Fajr dan Zetzal/ Penghantam barisan produk korporasi pemasok Israel di toserba yang berjejal/ Pelumatan kollateral / kombatan prosa hypereal/ Plot pencahar agenda laskar laba yang lebih Tsar dari semua tiran dan kaisar/ Satuan lingkar risalah yang hidup dari kepulan asap/ Yang kami hisap dari manual hisab lapangan mu yang terbakar/ Rima ini lebih sakti dari Pancasila, yang siap menantang invasi/ Dari jadah global Sony hingga korporat domestik serupa Bakrie/ Kontra-takdir serupa satuan sayap ababil yang menabur kerikil/ Pada jalur komando dari Pentagon hingga Kodam, Kodim dan Koramil/ Pada kontrak para merkantil yang menggadai Cepu pada Exxon Mobil/ Kami rakit ribuan prosa martil/ Bagi mesin lobi Rupert Murdoch yang menagih martir



KLANDESTIN
[Morgue Vanguard]
ditengah hidup yang menyerupai rutan yang kehilangan sipir/ mengepal jemari hari ini sesulit membongkar jaringan pembunuh Munir/ dengan pilihan diantara menjadi tumbal atau martir/ kami kembali dengan eskalasi penghakiman hari akhir/ dengan syair penantang satir korporat vampir/ sejak tafsir NAFTA dan Bush mempeluas petak takdir kutukan/ membangun gerakan yang tak semudah merakit molotov oplosan/ oposisi kiri-kanan yang terlalu basi menjadi oposan/ hitung kembali kawan yang melangitkan kepalan / bangunkan kawan yang tersisa dan terlelap menenggak lipan/ kabarkan setiap lini kehidupan adalah front terdepan/ kembali isi amunisi hasrat dan mimpi ke dalam barisan/ warisan kesumat yang membutuhkan lebih banyak lagi kanon / lebih banyak lagi pembangkangan sipil serupa Porsea Indorayon/ serupa Bojong, serupa ribuan titisan/ bagi setiap kota yang menolak didominasi mall, penjara, monumen dan nisan/ Klandestin, manuver hantu serupa Vietkong/ sejak tanah, udara dan air hanya sesajen bagi para cukong/ begundal pasar bebas yang mengantri di jalur by-pass/ yang bebas merangkai plot dominasi dalam satu pentas / dan laknat ini yang kembali menyeruak sejak Nipah dan Haur Koneng/ merubah setiap rima dan ritme menjadi awal lonceng kematian bagi IMF, WTO dan World Bank/ Dan setiap poin agenda penaklukan koloni yang mereka bonceng

Rima pemanggil arwah yang menziarahi pitam// Dengan pekat hitamnya langit saat memudarnya harapan// Nazar luka puputan, kalam penghabisan// Satu bangsa di bawah kontrol korporat, kami langitkan kepalan

[Sarkasz]
Lubang hitam kepastian memaksaku mewadal/ Bernafas dalam kanal, meradang di dalam banal / Kapal yang karam diperosok khayal dan domestifikasi hidup berkawal/ Bayangan ku yang berubah menjadi selakangan jadah tersamar/ Memugar setiap hasrat yang memudar, nafas terakhir di belukar/ Ritual dengan ambisi di penghujung bulan kalkulasi bumikan nazar/ Fajar kematian berhala, altar bangunan moral dan biji zakar/ Hari ini konsumsi hanyalah masturbasi hidup di hapadan pasar/ Maka ku rapal rima negasi kosong sehitam aspal/ Sekilat anval, berbekal anggur dyonisian berdosis fatal/ Di antara tumpukan berangkal artefak lama B-boy berkepal/ Kontra-armamen tapal pelontar mortal pembantai portal/ Sakramen hidup yang lagi memerlukan afirmasi terdaftar/ Simbiosa mutual agenda neoliberal berpagar/ Serifikasi halal yang sedangkal menakar semua ikhtiar/ Para pembangkang yang terlalu mudah untuk ditangkal/ Rima ini bertiwikrama dalam badai horizontal/ Tak pernah tertulis pada lontar/ terror imaji korporasi pembunuh berantai/ Kami jajarkan nama terbantai, kami hitung semua bangkai/ dari jejak kemenangan ribuan perang yang tak pernah kami capai/ Untuk memaksa neraka keluar barak dan kawanan anjing/ Yang bermufakat dengan pangkat, patriotisme dan arak/ Disaat dinding keterasingan hasrat menjadi kota terlarang/ Kami tak meminta Valhala, kami jadikan surga kalian rampasan perang



PANOPTIKANUBIS
[Morgue Vanguard]
Satu bangsa dibawah kontrol korporat/ satu bangsa dibawah kendali kuasa yang meminta taat/ satu kumpulan anubis pengawas siap menebar pukat/ dan semua kesadaran harus tunduk pada mesin laba tanpa sarat/ mereka sangat awas dengan monitor menggurita/ menguasai dunia lawas hingga arah masa depan kita/ menguasai dunia mimpi bawah sadar dan mengendalikan cerita/ menguasai jaringan seluler, radio dan kanal-kanal berita/ mereka di belakang layar semua plot laknat didunia/ mereka berwujud apapun bahkan yang tak pernah kan kau kira/ mereka buntuti kemanapun, apapun yang kalian lakukan/ karena mereka selalu berhak mencap semua aktivitas mencurigakan/ tak cukup dengan satu dua badan intelejen, jutaan agen/ tak cukup mematikan pembebasan dengan isu bahaya laten/ garda depan tirani berarmamen/ hari ini gulag berwujud kontrol anti-teror dalam bentuk detasemen/ dan bumi yang kita pijak adalah neraka kala / eskalasi operasi mencapai titik menabur bala/ jangan pernah katakan motif Mossad dan BAIS sama sekali berbeda/ hingga satu hari semua orang terpasang chip pelacak di tengkuk mereka,

[Gaia]
Kloning tuhan awasi gerak/ bagaikan rutan seperti hutan/ diawasi serigala pemangsa kala/ terus berkala membangun garda/ cuci otak tanpa makna semua berkala/ kuasai dunia nyata hingga maya/ dibalik asa ketakutan tahta hilang merata/ legenda konspirasi sarat keranda/ bukan sinetron belaka itu nyata/ bersama sutradara kasat mata/ coba bungkam semua yang bicara/ semua aral didepan mata/ halalkan cara/ bantai semua yang ada/ kita berpijak pada tanah tak berpihak/ dimana hak terkoyak/ benat dan salah tersamar kemarau kabut valas tanpa validitas/ persempit ruang gerak aktivitas bahaya laten/ berkedok falsafah kebenaran yang diagungkan/ lebih busuk dari gabungan rentenir dan penyihir/ semua tabir akan terkuak di saat semua bergerak / merapat tantang malaikat mau pencabut belikat/ pekat siaga kepada kiamat buatan; teknologi anjing panoptikan



PURGATORI
dimana sekam terbakar, kemiskinan melekat/ ditanah ini dengan malikat makar kami tumbuh bersahabat/ sejak awal, pemilihan umum adalah akumulasi lawak sarat/ dimana birokrat, tengkulak, cukong dan militer bersejawat/ ibarat bilangan kami mulai menipis habis diperlumat/ kompromi dan dilindas kematian yang datang terlalu cepat/ di tanah ini pembangkangan menjadi hikayat basi/ serupa penyeragaman bawah sadar dan otomatisasi/ dan mereka yang fasih bicara tentang harkat dan martabat / nasib dan derajat, etos kerja, patuh dan meminta taat/ kukutuk semua pemadat kebenaran yang meracau seribu babad/ hari ini diam seribu kata dan kalimat di hadapan barisan mayat/ bersimulasi jagat, berkombinasi laknat/ demokrasi parlementariat, mafia hukum dan kebenaran ritel ala Alfa Mart/ tunggu suatu hari hingga semua orang mencari sesuap nasi/ hanya untuk menyadari mereka akan diantisipasi dengan pendekatan ala Nazi/ demi semua keyakinan yang tertunda disaingi kiamat/ bagi semua jejak pembantaian disetiap jengkal sejarah yang tertutup rapat/ dari jejak genangan darah Alas Tlogo yang mengering kasat/menebar isyarat/ tak ada yang lebih totaliter dari gabungan saudagar, preman dan aparat/ waktunya merapat



TANTANG TIRANI
Titipan angkara mereka yang tak bisa lagi bersuara/ ini muara semua murka lawas yang kehilangan nyawa/ dalam hitungan langkah kami kan isi angkasa/ dengan ribuan pekik yang sama saat kalian terbakar bersama bara/ terlalu kentara, manuver mereka memplot penjara/ hukum, moral, kebebasan, dan batas surga dan neraka/ merancang kontrol bawah sadar serupa bius pariwara/ menjagai setiap inci palang pintu modal dengan tentara/ sebelum waktu yang banal, jumud berkanal/ demi semua momen heroik yang tak pernah tercatat dalam tanggal/ biarkan mereka lafal semua peringatan yang mereka hafal/ setiap ayat pasal karet pertahanan para tiran berpangkal/ kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan/ saat tak ada opsi tersisa selain berdiri menantang para tiran / saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan ditengah medan/ kawan, mana kepalan kalian!

serupa biksu Burma dihadapan moncong senapan/ serupa malam Januari yang menandai Chiapas/ serupa seruan Chavez didepan muka Amerika/ serupa tangan intifada yang melempar batu di Palestina/ serupa siklus ronta setiap kota pasca amok Seattle/ serupa rudal Hizbullah di daerah pendudukan/ serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran dititik nadir perhitungan

kami menolak menjadi bidak, sekedar sekrup dan tumbal/ target pemasaran sampah industri kapital global/ sekedar hidup lurus dalam dikte penguasa arus/ sekedar kalian tahu kami akan bertahan sampai mampus/ kalian awetkan hegemoni dengan balsam mumi anti-terror/ kombinasi intel dan preman menebar horor/ kalian kerangkeng kami dengan pembenaran semantik/ kami rancang kalam puitik yang lebih bersenjata dari ribuan manifesto politik/ kaya semakin kaya, miskin semakin papa/ dan kalian dapat tetap berlindung dibalik retorika nasib dan samsara/ lakukan apapun termasuk menjadi tuhan/ kami akan berdiri disini, tak sendiri, hingga nafas penghabisan/ kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan/ saat tak ada opsi tersisa selain berdiri menantang para tiran, / saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan ditengah medan kawan, mana kepalan kalian!

serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik/ serupa panen terakhir para petani penggarap/ serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran / serupa pilihan terakhir para pasifis dihadapan kekerasan negara/ serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap/ serupa pilihan terakhir keluarga korban kekerasan negara/ serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan/ yang menantang setiap tiran dititik nadir perhitungan


SITI JENAR CYPHER DRIVE
Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Bahwa di atas langit masih terdapat lapisan langit
Bahwa di atas langit masih terdapat berlapis surga tak berujung lapis
Sehingga semua makna hirarki langit hanyalah persepsi muka bumi

Aku katakan sabda batu kepada api
Di bawah tanah masih terdapat dataran tak berpijak
Di bawah tanah masih terdapat berlapis–lapis kerak neraka
Sehingga siapapun yang mengklaim dirinya pemimpin bumi adalah pendusta

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Perihal bentangan kalam puputan yang lahir pasca rubuhnya dua menara
Pasca sebuah akhir zaman yang mengawali pancaroba tanah dan angkasa
Kala semua ujung senjakala pembangkangan ini bermuara

Aku katakan sebuah sabda raja batu kepada lidah-lidah api
Bahwa ada adalah tiada dan kekosongan itu bernyawa
Bahwa ketidakberujungan semesta adalah kehampaan bernyala
Bagi mereka yang bernazar hidup tanpa hamba dan paduka

Aku katakan sabda batu kepada api
Perihal makna wahdatul wujud mengusung kebesaran nama semesta
Dimana pada setiap hembusan nafas, kami bersenyawa
Kami yang tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

Kami yang tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka
Kami pula yang dapat menghadirkan keduanya bersenyawa di atas surga dunia
Tak ada tuan, tak ada hamba
Kehampaan ini bernyawa

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Perihal riwayat hidup yang menggenang dibawah bendera klaim kebenaran
Perihal jemaat yang merasa jumawa saat merasa
Memiliki jejak riwayat kuasa yang meminta patuh semua nyawa

Aku katakan kepada kalian kutukan batu kepada api
Perihal sebuah kuasa yang berfana taklid pada kebenaran ala massifikasi
Perihal tuhan jejadian kontra kehidupan perihal datangnya kala
Mereka yang telah keluar dari sarang-sarang mereka
Dari pintu-pintu pabrik
Dari gerbang-gerbang korporasi
Dari jendela gedung-gedung parlemen
Mendatangi pintu-pintu rumah kalian
Menumbalkan semua masa depan keturunan kalian

Perihal tuhan jejadian kontra kehidupan perihal datangnya kala
Mereka yang keluar dari sarang-sarang mereka

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Bahwa di atas langit sana masih terdapat berlapis surga tak berujung lapis
Sehingga semua makna hirarki langit hanyalah persepsi muka bumi
Sehingga siapapun yang mengklaim dirinya pemimpin bumi adalah pendusta

Aku katakan kepada kalian sabda batu kepada api
Semua ujung senjakala pembangkangan ini bermuara
Pasca sebuah akhir zaman yang mengawali pancaroba tanah dan angkasa
Sabda batu kepada api
Api kepada kaki kaki langit

Manunggaling kawula gusti mengusung Anok
Tanah ini berbisik perihal suaka pada kekosongan strata
Tak ada tuan, tak ada hamba
Ada adalah tiada, dan kehampaan ini bernyawa



Sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150319859246110

Marjinal - Kesurupan Nasi Kucing

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 23.18

0

Musik Sebagai Media Kritik Sosial

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 00.02

0

"…musik hanya sekedar musik jika tidak diisi dengan sesuatu yang lebih berguna…” -kutipan kata-kata Abdee Negara dalam cover album Slankissme-
Beberapa waktu terakhir, semakin banyak orang yang melayangkan kritik-kritik kepada pemerintah, oknum penegak hukum dan oknum-oknum lain. Kritik-kritik tersebut banyak disampaikan melalui demonstrasi, diskusi, media jejaring sosial, berbagai artikel di maedia cetak, hingga pemberitaan di televisi.
Mungkin cara-cara tersebut menjadi saluran apresiasi dan ekspresi kebebasan masyarakat. Namun, para seniman dan musisi memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan kritik sosial. Mereka lebih cenderung menyampaikan kritik sosial melalui film atau karya musik.
Wabil khusus buat para musisi, kita udah punya beberapa musisi yang berani buat membawakan lagu bertema kritik sosial. Tampaknya tidak berlebihan jika disebut sebagai keberanian. Mengingat beberapa musisi tersebut pernah menelurkan lagu-lagu kritik sosial ketika berada di suatu zaman yang penuh kekangan (baca: Orde Baru).
Sebut saja Iwan Fals yang sering membawakan lagu kritik sosial, baik bersama Swami, Kantata Takwa, maupun secara solo. Beberapa karyanya antara lain Siang Seberang Istana, Surat Untuk Wakil Rakyat, ataupun Bongkar.
Tentu saja ada Slank. Sejak awal kemunculannya tahun 1990, Slank kerap membawakan lagu bertema kritik sosial. Bahkan pada tahun 2008, Slank pernah bikin gerah anggota DPR lewat lagu Gossip Jalanan.
Tentu bukan aja mereka berdua. Masih ada Superman Is Dead, Efek Rumah Kaca, dan masih ada beberapa musisi yang mungkin membawakan lagu-lagu bertema kritik sosial dengan gaya bahasa yang tidak terlalu vulgar, seperti Dewa 19.
Lagu-lagu bertemakan kritik sosial tentu bukannya bermaksud untuk menggulingkan pihak pemerintah yang sedang berkuasa. Namun, hanya untuk mengingatkan pemerintah biar nggak kebablasan. Karena inilah cara yang bisa dilakukan oleh para musisi.
Jadi, buat pemerintah jangan langsung negative thinking dulu kepada para musisi. Dan jangan sembarang mencekal para musisi yang bawain lagu kritik sosial. Pun, tujuan mereka juga baik koq. Justeru kita butuh banyak musisi yang berani buat menyampaikan aspirasi masyarakat. Tabik.
Fahmi Firmansyah

sumber: http://www.slank.com/blog/2012/01/musik-sebagai-media-kritik-sosial/

Jazz: Dari Jalanan hingga Gedung Pertunjukkan

Posted by YZN Kickass! | Posted in , | Posted on 23.57

0

Musik yang katanya adalah musik orang gedean atau gedong. Tapi, apakah benar musik ini lahir dan diperuntukkan untuk orang gedong aja?
Sebenarnya musik jazz gak jauh beda ama reggae. Jazz juga lahir di jalanan dan merupakan sarana kebebasan bagi para pekerja (budak) dari Afrika yang bekerja di Amerika Serikat. Musik ini pun makin akrab di telinga orang-orang keturunan Afrika di Amerika (Afro-Amerika).
Musik ini makin berkembang memasuki awal abad 20. Sedangkan jazz sendiri masuk ke Indonesia pada tahun 1930-an. Ada yang bilang jazz ini dibawa para pekerja dari Filipina di Jakarta yang juga gemar bermain musik.
Pada tahun 1945-1950, di Indonesia muncul grup jazz, yakni Jack Lemmers yang dikomandani oleh Jack Lesmana (ayah dari Indra Lesmana). Kemudian berturut-turut muncul Bill Saragih, Eddy Karamoy, hingga Ireng Maulana.
Di beberapa kota besar di Indonesia juga sering diadakan festival musik jazz yang digelar saban tahun, antara Jakarta Jazz Festival, Jak Jazz, Jazz Goes To Campus, dan masih banyak yang lainnya. So, jazz berhasil merangkak dari tadinya hanya musik jalanan, kini mulai masuk ke gedung-gedung pertunjukkan. Pengunjangnya pun didominasi masyarakat kalangan menengah ke atas.
Tapi image ini nggak selamanya melekat. Ada juga koq beberapa komunitas yang sering gelar musik jazz di jalanan. Mereka ingin supaya musik jazz bisa dinikmati oleh semua kalangan. Nggak Cuma orang-orang berduit aja.
Nah, bagaimana dengan Slank? Slank ternyata juga bisa bawain lagu jazz. Kalo lo nggak percaya coba aja lo tengok Java Jazz Festival 2009. Slank ikut maen di situ. Untuk pertama kalinya penyanyi bertelanjang dada di panggung musik jazz, yakni Kaka Slank.
Bahkan Slank bercanda dengan kalimat “para penonton wangi, rapi, keren, bersih, nyaksiin lima bajingan di panggung jazz. So, sebenarnya alirannya Slank itu apa? Rock n Roll bisa, Blues oke, Jazz bisa juga, Reggae juga, dangdut bisa. Semuanya bisa nih. Ckckck.

sumber: http://www.slank.com/blog/2012/01/jazz-dari-jalanan-hingga-gedung-pertunjukkan/

System Of A Down at Rock Am Ring 2011 - Full Concert

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 23.57

0

Social Distortion Full Concert at Rock am Ring (2011)

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 06.18

0

Social Distortion - Machine Gun Blues

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 06.05

0

Social Distortion Acoustic

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 20.43

0

Social Distortion - Ring of Fire


Social Distortion - Ring of Fire


Social Distortion - Ring of Fire


Social Distortion - Story of My Life


Social Distortion - Cold Feelings


Social Distortion - King of Fools


Social Distortion - Reach For The Sky


Social Distortion - Ball And Chain

About Cupumanik

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 00.18

1



BIOGRAFI

Di tahun 1996 band ini terbentuk, che (vocal) dan iyak (bass) adalah yang pertama menemukan dan mendirikan band ini. Bandung-lah kota yang di takdirkan untuk mempertemukan para personilnya dan membesarkan band ini. Pada awal kemunculan-nya di kota Kembang Bandung, Cupumanik tampil sebagai band cover song lagu-lagu semacam: Pearl jam, Stone temple pilots, Soundgarden, Bush, Live, Silverchair, Foo fighters sampai Alice in chains. Tepat ketika musik Grunge sedang bergulir di era itu, Cupumanik mulai di kenal sebagai bintang tamu di banyak acara musik grunge, sebut saja acara Grunge pertama dan terbesar di Bandung yang sangat fenomenal yaitu GRUNGY, di event tersebut Cupumanik menarik banyak perhatian dari publik musik Bandung. Setelah itu mulailah merambah job manggung ke kampus-kampus, pensi, off air radio dan cafe yang sengaja membuat event seperti 99% grunge, Seattle sound nite.Di tahun 1999, Cupumanik sudah mulai mengenalkan musik mereka sendiri, mereka sudah mulai memiliki keinginan kuat untuk mencari bentuk dan identitas musikal mereka. Lagu yang pertama kali di ciptakan adalah berjudul KUYUP, sebuah
penjelajahan musikal yang sangat blues dengan lirik yang sangat personal, mengenai deskripsi estetika sex. Lagu kedua yaitu TENTANG ABU-ABU, sebuah lirik instrospektif mengenai diri yang sedang high tiba-tiba tersadar mendengar senandung adzan magrib. Lalu AIB sebuah lagu yang tercipta karena sebuah kondisi nyata seorang teman wanita yang di buang keluarga dengan kisah hamil di luar nikah. Lagu AIB-lah yang membuat band ini makin di kenal, setelah lagu ini masuk kedalam chart indie di radio.
Di tahun 2001, band ini makin menemukan bentuk musikalnya, pondasipun semakin kuat di dukung personil yang makin solid setelah berganti-ganti personil sebelumnya. Che dan Iyak akhirnya menemukan Rama(guitar), eski(guitar) dan Dony(drum). Single MAHARENCANA di publish oleh salah satu majalah subculture bernama RIPPLE, dalam sebuah kaset dari bonus majalah mereka. Single MAHA RENCANA-lah sebuah tiket menuju scene music Bandung yang sangat homogen dan besar persaingan-nya. Rencana untuk merilis album sendiri dengan jalan independent akhirnya buyar setelah ada tawaran dari label major Sony music, tawaran pertama dari mereka adalah membuat split album, side A CUPUMANIK dan side B adalah band Jakarta SAINT LOCO. Tawaran itu di tolak Cupumanik, tak lama setelah lobby-lobby panjang dengan Sony Music, label major lokal AQUARIUS MUSIKINDO langsung menawari mereka full album di bawah bendera POP MUSIC/Aquarius. Tahun 2004 Cupumanik resmi sign dengan Aquarius untuk 2 album. Band ini rilis secara nasional pada April 2005. Dengan single pertama MAHA RENCANA.

Sebelum rilis album, di tengah-tengah masa rekaman album, Cupumanik melakukan rangkaian tour bersama band alternative /rif yang juga asal Bandung, tour 5 kota di mulai dari kota Surabaya, berlanjut ke Malang, Yogyakarta, Cirebon dan berakhir di Jakarta. Di tahun 2005 akhir, band ini masuk kedalam album soundtrack film DEALOVA dengan single PERKENANKAN AKU MENCINTAINYA, sebuah lirik yang memaparkan hubungan pelik sepasang kekasih yang berbeda agama. Single ke
dua dengan judul BUKAN SAAT INI diluncurkan di akhir 2006, dan lagu inipun masuk sebagai soundtrack film layar lebar ADA AKU KAMU ADA, di bulan mei 2008. Konsep LOVE, LIVE and EMPATHY menjadi tag line atau slogan yang sengaja di hembuskan kepada publik dan media sebagai sebuah slogan representatif atau gambaran lirik-lirik yang terkandung di album pertama mereka. Media bahkan menyebut mereka sebagai “sebuah band empathyrock”, “band Grunge dari Bandung” dan ungkapan lain dari media seperti “seattle rock on acid”. Publik Grunge
lokal, komunitas grunge di Jakarta, Bandung, Palembang, Cirebon, Bogor mengundang show mereka atas nama musik grunge, dan Cupumanik berkali-kali tampil sebagai headline dalam acara Grunge seperti PEARL JAM nite dengan sambutan yang sangat baik. Saat ini Cupumanik sedang mengumpulkan materi album ke dua yang akan di produksi secara mandiri (INDIE). Tema lirik masih di seputar sikap personal dan reaksi terhadap keadaan politik, memperjuangkan mimpi, gumpalan kemarahan atas kondisi
pembodohan karya, relasi sosial dan pengalaman metafis transendental. Musik masih akan kental nuansa Grunge, blues, modern rock dan sentuhan Rock N roll. “Motivasi terbesar kami ingin segera merilis album kedua adalah untuk para Cupumaniak dan mengembalikan spirit musik grunge seperti saat pertama kali kami muncul”, begitulah Iyak sang bassist menjelaskan ambisinya dalam sebuah interview. Cupumaniak adalah sebuah istilah atau sebutan bagi fans mereka di berbagai daerah. Kabarnya selain fans page ini management Cupumanik mengelola fans mereka dalam sebuah wadah Club ngobrol yang bernama ISI (interaksi hati) yang jumlahnya semakin bertambah.

DISKOGRAFI

Singles
1. Kuyup, 1997
2. Aib, 1998
3. Rahasia Hati, 1998
4. Maha Rencana, 2001 (bonus kaset majalah Ripple # 23)

Album Penuh:
1. Cupumanik Label: Pops/Aquarius Musikindo. Tahun terbit: 2005

Soundtrack
1. Perkenankan Aku Mencintainya (OST Dealova, 2006)
2. Bukan Saat Ini (OST Ada Kamu Aku Ada, 2008)

Video
1. Maha Rencana, Disutradarai dan diproduksi oleh Cerahati, 2005

2. Bukan Saat Ini, Disutradarai dan diproduksi oleh Revolta, 2006

ADDITIONAL INFOS

Influenced by: Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Nirvana, Alice in Chains, Soundgarden.

5 Best gigs:
1. Grungy, 1998, Bandung
2. 99% Grunge, 1999, Bandung
3. Pearl Jam Nite (1 dan 3), Jakarta
4. Grunge Rock Party, oleh Klab Ngobrol ISI, 2008, Bandung
5. Rockapalooza, 2008, Bandung

ANGGOTA

CP
08129060290 (REZA)
@CUPUMANIKband

CUPUMANIK - Grunge Harga Mati


Sumber: http://www.facebook.com/CUPUMANIK.BAND?sk=info , http://www.youtube.com/watch?v=DlPBqtaCKuM

Wawancara Jrx (Superman Is Dead) dengan Rolling Stone Indonesia

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 23.28

0

Ari Soekamti Recording Jogja Istimewa

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 23.21

0

Endank Soekamti - Long Live My Family

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 22.20

0

Marjinal Band Sebagai Band Yang Memiliki Semangat Perlawanan Yang Kuat

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 01.51

0




Marjinal Band

Dibawah ini adalah wawancara dengan Marjinal, band yang terkenal sebagai band yang memiliki semangat perlawanan yang kuat… Wawancara ini dikutip dari KEMERDEKAAN ZINE
Pertanyaan yang sangat membosankan, tolong ceritakan awal berdirinya band kalian, MARJINAL dan siapa saja tukang protes didalamnya………. Awal kami membentuk band itu pada tahun 1997, dengan bersandang nama ANTI ABRI, dimana secara kebetulan kami anti kekerasan, dan ABRI salah satu kuat membudayakan kekerasan. Kami sering bermain pada event-event bebas. Disaat-saat selalu bersama-sama (dadakan), lantas kami buat ANTI-MILITARY, karena ABRI sudah diganti. Yang album pertama pada tahun 1999, album kedua pada tahun 2000 dengan personil yang selalu berganti-ganti dan kami suka itu. Dan yang terdata, ROMY JAHAT (biduan), CHE MONKEY (ritem), BOB Oi! (bas), STEVE (dram), MIKE (melodi), ACAY LEE (dram), EKAL (vokal), SISI (vokal), ABLEH (ritem), ASEP (vokal) dan ARIEF (dram)…..yang sekarang…..lalu, kami keluarkan MARJINAL. Semua tukang protes.

Dulu nama band kalian adalah ANTI-MILITARY, mengapa kalian merubah nama band kalian menjadi MARJINAL, tolong ceritakan latar belakang kalian merubah nama band kalian………. Kebutuhan kami membuat nama MARJINAL dikarenakan masih memiliki hubungan dengan Anti ABRI dan Anti Military….. dan perlu digaris bawahi kami tidak mengganti nama tapi kami membuat dan menggunakan nama MARJINAL sebagai proses titik balik untuk menjawab persoalan-persoalan obyektif. Agar, minimal diketahui oleh khalayak banyak seperti istilah Anti ABRI, Anti Military. Kenapa harus anti dan istilah MARJINAL, siapa itu ‘Marjinal’, bagaimana terjadinya marjinalisasi dan lain-lain. Demikian kawan!

Dalam lirik kalian sebelumnya (Anti-Military), banyak sekali konsep pemikiran budaya perlawanan khususnya Anarkis serta variannya. Tolong ceritakan cara pandang kalian tentang konsep pemikiran tersebut………. Kami lebih memfungsikanAnarkisme dan variannya adalah sebatas referensi, bukannya mengadopsi mentah. Kami lebih mengupayakan melihat, merasa, mendengar dan meraba situasi serta kondisi yang mempengaruhi kami.

Dalam bermusik, tentu kalian lebih mengutamakan lirik. Sejauh mana pandangan kalian tentang konsep lirik tersebut dan bagaimana juga cara kalian dalam merealisasikannya dalam masyarakat………. Sejauh mataku memotret kejadian, sejauh aku mengepakkan sayap dan merambat. Dan sejauh roda gerigi otak-otakku bekerja. Dengan banyak cara dan kami percaya dan yakini ada 1001 macam aksi yang dapat kami lakukan. Adalah sebuah kontradiksi, untuk membantu menciptakan sebuah pemikiran yang notabene masyarakat kita selalu diorientasikan dalam pemikiran yang seragam dan searah. Masyarakat yang berdiri diatas nilai-nilai kemanusiaan, tolong-menolong, si kaya bantu si miskin, kuat bantu lemah, saling menghormati dan menghargai. Kami tidak bisa mendeteksi hal itu, terserah! …..Yakin, karena manusia itu adalah berfikir secara rasional.

Bagaimana pandangan kalian tentang politik dan punk, apakah bisa berjalan/ seimbang, sedangkan secara obyektif punk yang selama ini merupakan Counter-Culture (budaya perlawanan), sekarang ini telah mengalami dekadensi dan pola gerakan mereka yang cenderung berjalan sendiri-sendiri dan bergerak secara elitis. Malahan cenderung menciptakan suatu kontradiksi di dalamnya. Contohnya antara apolitikal dan politikal, bagaimana pandangan kalian dalam hal ini………. Pandangan kami dalam hal ini bahwa politik bisa berjalan seimbang dengan punk, karena punk itu sendiri adalah politik dan politik yang melahirkan punk. Tanpa politik takkan melahirkan punk, dan bila hanya punk hanya itu hanya sebuah kata tidak melahirkan tindakan, karena politik (POLI dan TIK = banyak cara. Pandangan kami dalam kontradiksi di dalam punk adalah sesuatu yang wajar dan kami melihatnya sebagai proses pendewasaan (kontradiksi melahirkan dialektika).

Menanggapi masalah globalisasi yang sudah masuk ke negara-negara dunia ketiga (khususnya Indonesia), yang berbasis pada industrialisasi dan ekonomi secara struktural, cara-cara apakah yang relevan untuk membendung ruang gerak mereka selama ini………. Bentuk sel-sel baru, untuk menggempur lawan dengan syarat terjun ke kantong-kantong masyarakat untuk belajar dan bekerja sama-sama. Yakini tanpa mereka (masyarakat) tidak akan pernah menciptakan perubahan.

Proses reformasi dan demokratisasi yang selama ini diagungkan oleh rakyat Indonesia, tidak berjalan seperti yang mereka impikan. Bagaimana tanggapan kalian dalam hal ini? Dan tatanan masyarakat yang bagaimana yang kalian inginkan………. Ya, jelaslah…..proses reformasi dan demokratisasi hanya menjadi terminologi untuk mengantar sebuah kekuasaan baru. Jadi impian masyarakat mengenai demokrasi hanya sekedar impian tok, jikalau sistem yang masih dikuasai oleh segelintir kaum minoritas. Tatanan masyarakat yang berasakan nilai kemanusiaan. Manusia makhluk yang sosial, manusia makhluk yang berpikir, makhluk yang merdeka, yang bukan gembala dan yang berakal budi pekerti yang tinggi.

Oke, kembali berbicara tentang MARJINAL, terpikir tidak dalam diri kalian untuk bergabung dengan major label dengan tujuan untuk mensosialisasikan ide-ide penikiran kalian dalam jangkauan masyarakat luas dan secara tidak langsung memberikan penyadaran kepada mereka. Contoh seperti RAGE AGAINST THE MACHINE, CHUMBAWAMBA ataupun IWAN FALS (seperti album lamanya), bagaimana menurut kalian………. Terpikir sih, tapi kami tidak tertarik tuh, dengan disiplinier recording Indonesia khususnya. Biasanya yang menciptakan teman-teman menjadi obyek, berbeda dengan CHUMBAWAMBA, R.A.T.M dan IWAN FALS. Mereka telah memenangkan pasar. Oleh sebab itu, mari kita ciptakan kerjasama yang kuat dilingkungan kita, pada khususnya. Dengan ciptakan masyarakat yang kreatif dan produktif sebagai perlawanan terhadap kapitalisme.

Mendengar kabar bahwa salah satu album kalian, dirilis juga oleh salah satu rekord di Australia. Bisa ceritakan hal itu………. Tepatnya kami tidak tahu rekord tersebut. Tetapi yang kami tahu kaset kami akan dibajak disana oleh sekelompok kawan yang tergabung didalam komunitas sosialis di Australia.

Untuk menutup interview ini, ada yang kalian ingin sampaikan untuk semua yang membaca interview ini………. Jangan hanya untuk percaya saja karena manusia diciptakan untuk berpikir

Kelompok Belajar Anak Negeri :


Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3767813

Membedah Lirik Jogja Istimewa

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 03.06

0



Sejak diluncurkan secara resmi 9 November 2009, lagu Jogja Istimewa telah menjadi lagu rakyat Yogyakarta, diputar di rumah-rumah penduduk di pedesaan hingga di toko-toko tengah kota, menjadi hot request di radio-radio Jogja, menjelma sebagai soundtrack bagi kehidupan warga Jogja yang mencintai akar tradisi dan kebudyaannya, dan penyemangat perjuangan atas hak-hak mereka sebagai warga Jogja.

Lagu Jogja Istimewa juga hadir di acara-acara besar, mulai dari sidang rakyat Yogyakarta yang menentang Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta oleh Pemerintah Pusat, 13 Desember 2010, hingga acara peringatan berpindahnya ibu kota Republik Indonesia, 4 Januari 2011 kemarin. Kawulo alit hingga raja bergoyang dan melambaikan tangan, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, bernyanyi bersama lagu Jogja Istimewa dalam hentakan irama march hip hop dengan groove tradisional yang terinspirasi marching band prajurit kraton itu.

Sungguh, kami Ki Jarot (Kill the DJ, Jahanam, Rotra) yang tergabung dalam Jogja Hip Hop Foundation, merasa sangat berbangga dan haru lagu tersebut telah bisa menjadi lagu rakyat Yogyakarta.

Namun sesungguhnya sedikit yang tahu, bagaimana lagu tersebut tercipta, terutama dari mana liriknya bersumber, meskipun sudah ada beberapa pemberitaan di media masa yang sudah menyampaikan sumber lirik lagu Jogja Istimewa tersebut. Melalui tulisan ini, saya akan menjelaskan secara rinci tentang bait demi bait. Sungguh menjadi kepentingan kami agar publik bisa membaca pemikiran dibalik lagu.

Membaca Sejarah
Pertengahan tahun 2010, saya menghabiskan tiga buku dalam waktu dua minggu;

1. Tahta untuk Rakyat
Biografi tentang Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Sultan HB 9). Perjuangan untuk mendapatkan buku ini lebih dari tiga minggu, karena sudah tidak ada lagi cetakan baru, saya mendapatkannya di salah satu kios buku bekas di Shoping, Beringharjo, dengan harga Rp.150.000,-. Waktu SMA sebenarnya saya pernah membaca sekilas tentang buku ini, tapi mungkin waktu itu saya masih terlalu hijau untuk memahami isinya.

2. Kraton Yogyakarta; Sejarah, Nasionalisme, dan Teladan Perjuangan
Meskipun sangat berpihak pada kraton, buku ini unik karena banyak syair-syair tradisional yang menerangkan setiap peristiwa dengan otentik. Buku ini gampang didapatkan di toko-toko buku.

3. Perubahan Sosial di Yogyakarta
Sebuah buku yang dinobatkan sebagai babon antropologi sosial. Buku ini adalah desertasi Selo Sumardjan, mantan ajudan Sultan HB 9 semasa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang kemudian menjadi guru besar antropologi Universitas Indonesia. Sebuah buku yang juga susah untuk didapatkan.

Buku biografi Sultan HB 9 Tahta untuk Rakyat yang paling berkesan, buku ini menerangkan secara gamblang kepribadian Sultan HB 9 yang mungkin sebelumnya hanya seperti cerita rakyat. Sebagai buku, tahta untuk rakyat berhasil menambah kekaguman dan hormatku terhadap pribadi Sultan HB 9, baik sebagai raja maupun manusia biasa.

Melalui ketiga buku diatas, saya menemukan banyak kalimat dari para tokoh perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang memberikan testimoni tentang Yogyakarta dan pribadi Sultan HB 9.

Lirik dalam Rima
Sesungguhnya, 70% lirik dalam Jogja Istimewa mengambil kalimat-kalimat yang diungkapkan oleh tokoh-tokoh seperti; Soekarno, Sultan HB 9, Ki Hadjar Dewantoro, RM Sosrokartono, dll. Selebihnya adalah hasil tulisan saya sendiri, meskipun harus saya akui, bahwa saya sangat terinspirasi oleh teks-teks tradisional Jawa. Saya merubah teks-teks itu ke dalam rima agar lebih enak di-rap-kan.

Mari kita telaah bait demi bait;

“Holopis Kuntul Baris…”
:: Ungkapan tradisional Jawa, sebuah ajakan untuk bekerja bersama-sama

“Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia”
:: Diucapkan Soekarno untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kraton dan rakyat Yogyakarta dalam perjuangan kemerdekaan

“Rungokna iki gatra saka ngayogyakarta
Nagari paling penak rasane koyo swarga
Ora peduli donya dadi neraka
Neng kene tansah edi peni lan merdika”
:: 100% saya menulisnya sendiri, teks ini juga digunakan untuk lagu Dubyouth feat. Ki Jarot Bombassu. Artinya; “dengarlah ini untaian kata dari Yogyakarta, Negeri paling nyaman seperti surga, tidak peduli dunia sudah jadi neraka, di sini kami selalu nyaman dan merdeka”

“Tanah lahirkan Tahta, Tahta untuk Rakyat
Dimana Rajanya Bercermin di kalbu Rakyat
Demikianlah singgasana bermartabat
Berdiri kokoh tuk mengayomi rakyat”
:: Semangat tahta Sultan HB 9 yang kemudian ditambahi oleh anaknya Sultan HB 10 dalam jumenengan (diangkat menjadi raja)

“Memayu hayuning bawana”
:: Visi Kraton Yogyakarta yang dicangangkan oleh HB I, artinya; membuat bumi menjadi indah, atau dalam Islam; Islam rahmatal lil alamin

“Saka jaman perjuangan nganthi mardhika
Jogja istimewa bukan hanya daerahnya
Tapi juga karena orang-orangnya”
:: Kembali merujuk ungkapan Soekarno

“Tambur wis ditabuh suling wis muni
Holopis kuntul baris ayo dadi siji
Bareng para prajurit lan senopati
Mukti utawa mati manunggal kawula Gusti”
:: Saya tulis sendiri, namun terpengaruh oleh teks-teks macapat tradisional kraton. Artinya seperti ini; “Tambur telah ditabuh, seruling sudah berbunyi, Bersatu padu menjadi satu, Bersama prajurit dan senopati, Mulia atau mati rakyat dan raja adalah satu”

“Menyerang tanpa pasukan
Menang tanpa merendahkan
Kesaktian tanpa ajian
Kekayaan tanpa kemewahan”
:: Teks aslinya seperti ini: “Nlgurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sugih tanpa raja brana, sekti tanpa aji” ditulis oleh RM Sosrokartono menggambarkan pribadi Sultan HB 9

“Tenang bagai ombak gemuruh laksana Merapi”
:: Teks dari puisi WS Rendra

“Tradisi hidup di tengah modernisasi
Rakyate jajah deso milang kori
Nyebarake seni lan budi pekerti”
:: 100% saya tulis sendiri dengan mengambil pepatah Jawa; “Jajah desa milangkori” yang artinya berkelana kemana-mana.

“Elingo sabdane Sri Sultan Hamengkubuwono kaping sanga
Sak duwur-duwure sinau kudune dewe tetep wong Jawa
Diumpamakne kacang kang ora ninggal lanjaran
Marang bumi sing nglahirake dewe tansah kelingan”
:: Salah satu ungkapan yang sangat saya kagumi dari Sultan HB 9: “ik ben een blijf in de allereerste plaats javaav”, dalam bahasa Indonesia Sultan HB 9 menerangkan seperti ini; “setinggi-tingginya aku belajar ilmu barat, aku adalah dan bagaimanapun jua tetap Jawa”.

“Ing ngarso sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani
Holopis kuntul baris ayo dadi siji”
:: Inilah konsepsi social movement Jawa yang dipopulerkan oleh bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara; “yang di depan meberi contoh, yang di tengah memberi dorongan, yang di belakang memberi semangat, jika inging mulia harus dengan usaha”

“Sepi ing pamrih rame ing nggawe”
:: Ungkapan Jawa untuk “perjuangan tak kenal pamrih, tapi bekerja secara nyata”

“Sejarah wus mbuktekake
Jogja istimewa bukan hanya untuk dirinya
Jogja istimewa untuk Indonesia”
:: kembali merujuk ungkapan Soekarno “sejarah sudah membuktikan”.

Dengan lirik semacam ini, saya hanya mencoba mengaktualisasikan sejarah, mengingatkan siapapun yang mendengar, sebagai pembela sekaligus kritik bagi warga Jogja, termasuk mengingatkan semangat dan nilai-nilai yang telah ditanamkan Kraton pada masa perjuangan kemerdekaan.

Demikian, semoga bisa dipahami bagi yang bisa berbahasa Jawa maupun tidak.

Kill the DJ

Sumber: http://killtheblog.com/2011/01/05/membedah-lirik-jogja-istimewa/

Satu Jam Lebih Dekat : Superman Is Dead

Posted by YZN Kickass! | Posted in | Posted on 06.54

0

http://www.youtube.com/watch?v=aF4jrXQfnNI